"MCHOYBLOGINFO". Diberdayakan oleh Blogger.

Info Apakah Anda Memiliki Rasa Humor ? | mchoyBLOGinfo

Share on :


Sulit bagi saya untuk membayangkan orang vang tidak memiliki rasa humor. Jadi, dengan berasumsi bahwa Anda mempunyainya, saya rasa memasukkan sedikit komedi dan keringanan dalam presentasi penjualan Anda adalah car.a yang tepat untuk menjual diri Anda. Humor juga merupakan sentuhan yang bagus yang bisa menjaga bisnis Anda terasa menarik. Paling tidak, ini membantu membuat calon pelanggan terjaga-sebenarnya saya tertidur saat mendengarkan seorang agen asuransi yang membosankan sedang mencoba menawari saya polis untuk rumah! Tidak perlu dikatakan bahwa calon pelanggan yang tidur tidak akan membeli apapun!

Walau saya menyarankan pada Anda bahwa humor itu penting, saya tidak menganjurkanA nda untuk mendekati calon pelanggan dengan menepuk punggung dan berkata, "Hei, teman, sudahkah kau mendengar tentang salesman biro travel itu?” Jika anda membuat lelucon, jagalah agar tetap bersih dan jauhi lelucom etnis. Saya bukannya tidak suka lelucon, tetapi segala ada tempat dan waktunya sendiri.


Sebenarnya, saya mendapati bahwa menyuntikkan humor disaat yang tepat adalah cara yang sempurna untuk merilekskan orang. Humor akan membuat mereka merasa lebih nyaman dan terkadang bisa mencairkan suasana di saat-saat tegang Contohnya, saat saya meminta seseorang untuk menandatangani formulir pemesanan dan ia hanya duduk tapamampu membuat keputusan, saya berkata, 'Ada apa, apa Anda terkena arthritis atau apa?" Ini biasanya membuat calon pelanggan tertawa kecil dan ia akan tersenyum. Saya bahkan menaruh bolpen ditangannya dan membimbingnya ke lembar pemesanan dan berkata, “ayo, tandatangani.” Otomatis, saya berkata sambil meringis, tapi di saat yang sama, saya serius dan dia tahu bahwa saya serius. Tapi cara itu berhasil karena membuat orang tertawa dan mereka menandatanganinya di tempat yang disediakan.

Jika caion pelanggan masih bingung, saya akan berkata,"Apa yang harus saya lakukan supaya bisa berbisnis dengan Aqda? Apa Anda mau saya berutut dan memohon?" Lalu saya benar-benar akan berlutut, melihat ke atas dan berkata- "Oke, sekarang saya memohon padamu untuk bisnis ini. Sekarang siapa yang bisa menolak orang dewasa yang bedutut memohon? Ayolah, tanda tangani." Jika ini tidak membuatnya tergerak, saya berkata,"Apa yang Anda ingin saya lakukan? Apa Anda ingin saya berbaring telentang? Oke saya akan berbaring telentang.

Rutinitas ini meluluhkan kebanyakan orang dan mereka berkata, "Harry, tolonglah jangan berbaring telentang. Di mana saya harus tanda tangan?" dan kami berdua tertawa-dan ia menandatanganinya.

Kadang-kadang, saya maju selangkah. "Perlu sesuatu Frank? Saya harap Anda mengambil sebuah jeruk limun." Saya memandangnya sungguh-sungguh dan diam."
"Apa maksud Anda?" tanyanya. ”Anda berharap saya sambil mengambil sebuah jeruk limun?"

"Memang begitu. Saya berharap Anda mengambil sebuah jeruk limun sehingga saya dapat beraksi. Karena saya akan memberi Anda sebegitu banyak layanan sehingga saya akan mengganti jeruk limun itu dengan buah persik, maka saya akan memiliki Anda sepanjang sisa hidup Anda."
Tentu saia saya menunjukkan penampilan yang baik pada waktu saya menjual dan saya akan memberi tahu Anda sesuatu lagi - pelanggan saya senang membeli rumah dari saya. Saya dengar orang-orang mengatakan bagaimana takutnya mereka harus pergi membeli rumah. Tapi pelanggan saya tidak begitu. Kalau saya mengatakan pada mereka “Cobalah pengalaman untuk berbisnis dengan Harry Beckwith,” maka kata-kata tersebut bukanlah omong kosong.

Tapi hati-hati: Jangan menggunakan cara-cara yang menggurui jika Anda mencoba menjual pada orang yang lebih tua. Jika Anda mendesak calon pelanggan Anda, Anda akan kehilangan mereka selamanya. Gunakanlah kebijaksaan. Jika Anda menjual peralatan ortopedi atau protesa, jangan, mengatakan kepada pelanggan bahwa Anda berharap agar ia mendapatkan jeruk limun. Jangan sampai Anda gunakan humor yang tidak waiar jika Anda menjual polis asuransi jiwa.

Gunakanlah suatu kepekaan dalam mengevaluasi produk Anda dan masing-masing pelanggan sebelum Anda memulai humor yang mungkin dapat menyakitkan seseorang. Bagi, sebagian orang, barangkali humor tersebut tidak berpengaruh. jika Anda sedang berurusan dengan seorang bankir, misalnya, kesempatannya bagus sehingga ia akan tetap memikirkan permasalahan yang sedang dihadapi karena seriusnya dan memang harus dihadapi seperti itu. Seandainya si bankir merasa bahwa bahwa Anda tidak menghadapinya dengan serius, bagaimanakah Anda dapat menangani bisnis Anda dengan serius? Maka, gunakanlah humor, tapi gunakanlah sebijaksana mungkin, penuh kehati-hatian dan dengan selera tinggi.sumberinfo

0 komentar:

Poskan Komentar

Info Wisata

 photo freebanner_zps107bd00d.gif Info Hub. 0899 8 933339 Rumah Subsidi

Pengikut

Related Post

Arsip Blog

Info Musik