"MCHOYBLOGINFO". Diberdayakan oleh Blogger.

Venus dan Sundew: Tumbuhan Penangkap Serangga

Share on :



Salah satu tumbuhan pemangsa serangga adalah Venus. Tumbuhan ini memiliki sistem perangkap untuk menjebak, menangkap dan memakan serangga yang hinggap padanya. Tumbuhan ini menarik perhatian serangga dengan warna merah daunnya yang menawan.Serangga akan tergoda oleh aroma sedap yang dihasilkan kelenjar-kelenjar di sekeliling dedaunan tumbuhan Venus. 
 

Ia lantas terbang mendekat dan kemudian hinggap di atas tumbuhan tanpa rasa curiga sedikitpun akan bahaya yang mengintainya. Di saat bergerak ke sumber "makanan", ia menyentuh rambut-rambut yang seolah tampak tidak berbahaya pada permukaan tumbuhan tersebut. Ketika merasakan sentuhan serangga yang menghampirinya, tumbuhan ini dengan segera bergerak melipat dan menutup rapat daun-daunnya. 
 

 

Gerakan ini membuat serangga terperangkap dan terjepit di antara daun-daun tersebut. Daun-daun ini mengapit semakin lama semakin erat akibat kepakan sayap serangga yang menyentuh rambut secara berulang-ulang. Tumbuhan ini kemudian mengeluarkan cairan "penghancur dan pelarut daging" pada tubuh serangga. Dalam waktu singkat, ia melumatkan mangsanya hingga menjadi seperti bubur dan kemudian memakan hidangan yang lezat ini. Tumbuhan Venus memiliki kemampuan menutup daun-daunnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Lebih cepat dibandingkan dengan gerakan tercepat menutupnya jari-jemari tangan manusia. 

 

Buktinya, seringkali manusia tak mampu menangkap seekor lalat yang hinggap pada telapak tangannya, tapi tumbuhan Venus melakukannya dengan mudah. Yang menarik untuk diketahui adalah bagaimana tumbuhan yang tidak memiliki otot atau kerangka ini mampu melakukan gerakan yang sangat cepat tersebut? Terdapat sistem elektrik yang sangat rumit pada tumbuhan Venus. Rangsangan yang diakibatkan oleh sentuhan tubuh serangga pada rambut-rambut Venus diteruskan ke reseptor (sistem penerima rangsangan) di bawah rambut-rambut tumbuhan tersebut. 

 

Reseptor lalu meneruskan rangsangan ini dalam bentuk signal-signal listrik ke sel-sel motorik yang menyebabkan daun-daun Venus melakukan gerakan cepat dan mendadak. Terakhir, mekanisme tersebut diaktifkan terus-menerus untuk menahan serangga agar tidak lepas. Apa yang terjadi di tingkat sel motorik? Segera setelah sel-sel motorik ini menerima rangsangan listrik, mereka merubah konsentrasi air dalam tubuh mereka. Sel-sel di bagian dalam alat perangkap mengeluarkan air dari tubuhnya dan kemudian menyusut. Fenomena ini mirip balon yang mengempis dan mengeluarkan udara. Sebaliknya, sel-sel di bagian luar alat perangkap menyerap kelebihan air dan mengembang. Proses ini terjadi secara cepat sehingga tumbuhan tersebut menutup daun-daunnya dengan kecepatan sangat tinggi. 
Di samping itu, kelenjar pencernaan pada alat perangkap juga turut diaktifkan. Akibat rangsangan, kelenjar ini mulai mengeluarkan cairan untuk melumatkan dan melarutkan tubuh serangga secara perlahan-lahan. Meskipun sangat ampuh untuk melarutkan protein, cairan kimia ini tidak membahayakan daun-daun tumbuhan Venus itu sendiri. Dengan cara ini, tumbuhan Venus menyantap bubur mangsanya yang telah berubah menjadi semangkok sup kaya protein. Seusai menyantap makanan, mekanisme yang sebelumnya menggerakkan alat perangkap Venus supaya menutup, kini bekerja sebaliknya untuk membukanya. Untuk mengaktifkan perangkap, rambut-rambut Venus harus disentuh dua kali berturut-turut. Dengan mekanisme aksi ganda ini, tumbuhan Venus tidak pernah menutup dengan sia-sia tanpa tujuan yang jelas. Misalnya, perangkap tidak akan menjadi aktif dan menutup ketika setetes air hujan jatuh mengenainya. Di sini, yang sangat penting untuk diketahui adalah bahwa Venus, si pemburu yang ahli ini, tidak memiliki otak atau organ tubuh semisalnya, sehingga ia tidak mampu berpikir. Sungguh, Venus tidak menyadari kemampuannya yang luar biasa, yang menjadikannya mampu berburu serangga yang dapat terbang dengan cepat. Semua ini memperlihatkan adanya sistem perangkap, penangkapan dan penghancuran tubuh serangga dengan ketepatan yang sangat akurat, teknik dan desain sempurna pada bagian-bagiannya yang terkecil sekalipun.
Tumbuhan sundew asal Afrika Selatan tumbuh di tanah yang tandus. Sundew bahkan dapat hidup di areal semi-gurun pasir. Ia diciptakan dengan kemampuan berburu yang sangat menarik, yang memungkinkan tumbuhan ini mendapatkan sari makanan yang tidak mungkin didapatnya dari tanah dengan cara lain. Daun-daun tumbuhan Sundew berbentuk seperti batang pipih yang memanjang dan dipenuhi rambut merah panjang. Ujung rambut-rambutnya dilapisi oleh cairan yang sangat kental dengan bau khas yang menarik perhatian serangga Seekor serangga yang pergi menuju sumber bau tersebut dan kemudian hinggap pada tumbuhan Sundew, akan menempel lengket pada rambutnya dan berusaha melepaskan diri dari salah satu perekat paling kuat di dunia ini. 
Di saat serangga berjuang untuk melepaskan diri, daun panjang Sundew bergerak melipat ke bawah untuk menggenggam serangga lebih erat. Segera setelah tumbuhan menjepit mangsanya, ia mencerna serangga perlahan-lahan dan memperoleh protein esensial bagi tubuhnya. Setelah mencerna seluruh bagian serangga yang dapat dimakan, tumbuhan sundew membuka dan memasang perangkapnya lagi. Sungguh menarik bahwa perekat kuat tersebut mampu menahan serangga agar tidak lepas. Dan pada saat yang sama, perekat ini sama sekali tidak menjadikan rambut-rambut tersebut saling menempel sedemikian erat hingga menghambat gerakan tumbuhan Sundew. 





Info Wisata

 photo freebanner_zps107bd00d.gif Info Hub. 021-3324 4424 Rumah Subsidi

Pengikut

Related Post

Arsip Blog

Info Musik

 

Recent Post